Selasa, 23 November 2021

1.3.a.4.2. Eksplorasi Konsep - Berbagi Tugas Kesimpulan tentang Inkuiri Apresiatif

Menjadikan sekolah sebagai rumah yang aman, nyaman, bagi murid adalah termasuk impian saya dan impian semua pihak. Reformasi budaya sekolah bukanlah hal yang tidak mungkin. Untuk melakukannya membutuhkan waktu dan bersifat gradual atau bertahap. Guru Penggerak haruslah terus berlatih self manajemen sambil terus berusaha menggerakkan orang lain yang menjadi rekan untuk menjalani proses secara bersama-sama. Inkuiri Apresiatif (IA) dikenal sebagai pendekatan manajemen perubahan yang kolaboratif dan berbasis kekuatan. Konsep Inkuiri Apresiatif pertama kali dikembangkan oleh David Cooperrider. Inkuiri Apresiatif menggunakan prinsip utama yaitu psikologi positif dan pendidikan positif. Pendekatan Inkuiri Apresiatif dapat dimulai dengan mengidentifikan hal baik yang sudah ada di sekolah, mencari cara agar hal yang baik dapat dipertahankan, sehingga kelemahan dan kekurangan serta ketidakadaan menjadi tidak relevan. Tahapan utama dalam pendekatan Inkuiri Apresiatif adalah BAGJA. Dalam bahasa Sunda, BAGJA artinya bahagia. BAGJA kepanjangadari Buat Pertanyaan, Ambil Pelajaran, Gali Mimpi, Jabaran Rencana, Atur Eksekusi. Dengan keterangan sebagai berikut: 1. Buat Pertanyaan adalah menentukan arah penelusuran berdasarkan pertanyaan-pertanyaan. 2. Ambil Pelajaran adalah fokus satu pertanyaan utama yang disepakati, kemudian ambil pelajaran hal positif indvidu atau kelompok dari pertanyaan tersebut. 3. Gali Mimpi adalah menggali mimpi sebagai keadaan ideal yang diinginkan melalui sebuah narasi berdasar atas keadaan yang ada. 4. Jabaran Rencana adalah mengidentifikasi tindakan yang diperlukan dan mengambil keputusan-keputusan berdasarkan perencanaan awal dari pettanyaan yag tersusun agar lebih nyata. 5. Atur Eksekusi adalah membantu transformasi rencana menjadi nyata yang mampu memutuskan peran dalam pelaksanaan. Informasi yang dapat adalah pendekatan atau paradigma inkuiri apresiatif . Hal ini dapat dijadikan sebagai alat untuk mencapai tujuan . Dimana pendekatan ini meyakini bahwa setiap orang memiliki hal atau inti positif yang ada disekolah, mencari cara agar dapat dipertahankan, dan memunculkan strategi untuk mewujudkannya untuk kemudian menyelaraskan dengan visi sekolah. Hal itu sangat mendukung peran guru penggerak sebagai pemimpin pembelajaran karena kita dituntut untuk melihat hal-hal positif pada murid atau anak kemudian kita sebagai guru sekaligus pendidik berkewajiban menembangkan bakatnya sesuai kodratnya

1 komentar:

  Pembelajaran Berdiferensiasi Produk Pada Mapel Seni Rupa Kelas 4 B SDN Sendangmulyo 02 Korsatpen Tembalang Kota Semarang   A.     PENG...