Kamis, 24 Februari 2022

KSI NYATA MODUL 2.1. A. 10 PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI


 AKSI NYATA MODUL 2.1. A. 10 PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

 

Unit Kerja                  : SDN Sendangmulyo 02

Kelas                           : 4 B

Tema / Subtema        : 8 Daerah Tempat tinggalku / 2 Keunikan  Daerah Tempat Tinggalku

Pelajaran                    : 4 ( empat )

Hari / Tanggal           : Kamis, 24 Februari 2022

Alokasi Waktu           : 4 X 35 ( 4 JP )

 

 

 

 

 

OLEH :

SRI WAHYUNINGSIH

 CGP ANGKATAN 4

 

KORSATPN TEMBALANG

DINAS PENDIDIKAN KOTA SEMARANG

TAHUN 2022

A. Latar Belakang

Modul 2 Program Guru pengerak ini membahas beberapa submodul yang terdiri pembelajaran berdeferensiasi,pembelajaran sosial emosional dan Coaching ,ketiga submodul yang sangat berkaitan untuk mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada murid dengan Alur MERRDEKA belajar , yang diawali dengan Mulai dari Diri, lalu dilanjutkan dengan Eksplorasi Konsep; Ruang Kolaborasi; Refleksi Terbimbing; Demonstrasi Kontekstual; Elaborasi Pemahaman; Koneksi Antarmateri; dan ditutup dengan Aksi Nyata. 

Dengan model pembelajaran yang berbasis pengalaman seperti ini dapat mewujudkan guru dan murid merdeka yang menjadi pembelajar sepanjang hayat

Menurut Tomlinson (2000), Pembelajaran Berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid ,

Pembelajaran berdiferensiasi Bukan  berarti bahwa guru harus memperbanyak jumlah soal untuk murid yang lebih cepat bekerja dibandingkan yang lain. mengelompokkan yang pintar dengan yang pintar dan yang kurang dengan yang kurang. Bukan pula memberikan tugas yang berbeda untuk setiap anak. 

Pembelajaran berdiferensiasi bukanlah sebuah proses pembelajaran yang semrawut (chaotic), yang gurunya kemudian harus membuat beberapa perencanaan pembelajaran sekaligus, dimana guru harus berlari ke sana kemari untuk membantu si A, si B atau si C dalam waktu yang bersamaan. 

Pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid. 

Bagaimana mereka menciptakan lingkungan belajar yang “mengundang’ murid untuk belajar dan bekerja keras untuk mencapai tujuan belajar yang tinggi. Kemudian juga memastikan setiap murid di kelasnya tahu bahwa akan selalu ada dukungan untuk mereka di sepanjang prosesnya.

Kurikulum yang memiliki tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas. Jadi bukan hanya guru yang perlu jelas dengan tujuan pembelajaran, namun juga muridnya. 

Penilaian berkelanjutan. Bagaimana guru tersebut menggunakan informasi yang didapatkan dari proses penilaian formatif yang telah dilakukan, untuk dapat menentukan murid mana yang masih ketinggalan, atau sebaliknya, murid mana yang sudah lebih dulu mencapai tujuan belajar yang ditetapkan.     

Bagaimana guru menanggapi atau merespon kebutuhan belajar muridnya. Bagaimana ia akan menyesuaikan rencana pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan belajar murid tersebut. Misalnya, apakah ia perlu menggunakan sumber yang berbeda, cara yang berbeda, dan penugasan serta penilaian yang berbeda. 

Manajemen kelas yang efektif. Bagaimana guru menciptakan prosedur, rutinitas, metode yang memungkinkan adanya fleksibilitas. Namun juga struktur yang jelas, sehingga walaupun mungkin melakukan kegiatan yang berbeda, kelas tetap dapat berjalan secara efektif. 

Dengan pembelajaran berdiferensiasi setiap murid memiliki kesempatan yang sama untuk setiap murid sesuai kebutuhan kondisi siswa dan indahnya perbedaan kekuatan yang dimiliki setiap murid kita 

Tomlinson (2001) dalam bukunya yang berjudul How to Differentiate Instruction in Mixed Ability Classroom menyampaikan bahwa kita dapat mengkategorikan kebutuhan belajar murid,paling tidak berdasarkan 3 aspek. 

 Ketiga aspek tersebut adalah:

1. Kesiapan belajar (readiness) murid

2. Minat murid 

3. Profil belajar murid

 Diferensiasi

 1. Konten,

Pengetahuan,Keterampilan.

2. Proses

 Ragam,tahap,dan jalur.

3. Produk      

 Kesempatan,Demonstrasi,Pemahaman.

  B. Tujuan

  Adapun tujuan dalam kegiatan Aksi nyata ini yaitu:

1.      Peserta didik dapat memaksimalkan potensi yang dimilikinya

2.      Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mempelajari berbagai nilai kehidupan yang penting. 

3.      Membentuk Pembelajaran yang berpusat pada murid

C. Persiapan Tindakan Aksi Nyata, 2.2.a.10

Adapun rencana pelaksanaa kegiatan aksi nyata 2.2.a.10 ini di SDN Sendangmuyo 02 adalah :

1. Melakukan Sosialisasi kepada Pihak sekolah,Kepala sekolah,Rekan guru dan Walikelas

2. Menyiapkan RPP berdiferensiasi dan persiapan konten diferensisasi

3. Menyiapkan media pembelajaran kreatif 

4. Pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan rancangan pembelajaran Berdifernsiasi 

5. Melakukan evaluasi dan refleksi pada setiap pembelajaran yang telah dilakukan untuk

perbaikan didepan

D. Tolak Ukur :

1. Berkembangnya Potensi murid sesuai dengan minat ,profil dan kesiapan belajar

2. Pembelajaran berpusat pada murid dan profil pelajar pancasila sehingga mampu menjadi insan 

3. yang bertimbuh dan menjadi pribadi yang tangguh dalam menghadapi tantangan zaman

4. Memberikan kesempatan kepada murid untuk mempelajari berbagai nilai kehidupan yang penting

E. DUKUNGAN YANG DIBUTUHKAN

Pihak-pihak yang membantu dalam mencapai gambaran diri saya :

1. Kepala Sekolah sebagai penanggung jawab dalam setiap kegiatan disekolah

2. Rekan Guru /Wali kelas sebagai tempat bertukar pikiran dalam pelaksanan kegiatan

3. Peserta Didik Tokoh utama dalam Pelaksanaan aksinyata

4. Keluarga/Orang Tua sebagai pendamping/ pengontrol kegiatan belajar murid dirumah

5. Organisasi/lembaga pendidikan baik komunitas guru atau organisasi pendukung pembelajaran berdiferensiasi     

F. PEMBELAJARAN YANG DIDAPAT DARI PELAKSANAAN 

Dalam pelaksaan kegiatan ini saya sebagai guru merasa senang ,saya dapat mengenal dan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dikelas saya , meskipun terdapat bebrapa hambatan disan-sini tetapi pembelajaran ini layak untuk dicoba dan terapkan. Dan kesimpulan yang saya dapatkan dari pembelajran diferensiasi adalah 

Pembelajaran berdiferensiasi secara singkat merupakan pembelajaran yang berpihak kepada siswa. Hal ini juga sejalan dengan filosofi Ki Hajar Dewantara yang berpandangan bahwa

setiap anak itu unik dan berbeda. Oleh sebab itu, guru harus menuntun mereka sesuai dengan kodratnya. Dengan demikian, pembelajaran berdiferensiasi merupakan strategi umum yang dapat dikembangkan untuk mencapai merdeka belajar. Artinya mereka diberikan kemerdekaan untuk bisa menjadi pribadi yang berkembang sesuai dengan minat, bakat dan profil belajarnya dalam rangka mewujudkan transformasi pendidikan di Indonesia.

Berdasarkan aksi nyata penulis tentang Pembelajaran berdiferensiasi, murid terlihat sangat antusias mengenal potensi, kekuatan, dan kemampuan diri. Para murid memiliki peluang untuk berpikir cara-cara terbaik mereka dalam belajar, mereka menjadi lebih sadar akan kekuatan dan kebutuhan mereka dalam peningkatan kualitas belajarnya.

Adapun rencana perbaikan pelaksaan kegiatan ini kedepannnya yakni, saya akan berkolaborasi lebih banyak lagi dengan rekan guru lainnya untuk dapat memberi masukan dan umpan balik untuk perbaikan pembelajaran berdiferensiasi lainnya kedepannya. Menjalin kerjasama dengan semua pihak, kepala sekolah, rekan guru ,walikelas ,orang tua dan komite sekolah untuk mendukung memajukan setiap kegiatan pembelajaran peserta didik disekolah.Komunitas pendidikan berkolaborasi,berperan aktif,memberikan masukan,saran dan kritik terhadap kegiatan sebagai umpan balik, agar tujuan pendidikan dapat tercapai dengan baik dan dilaksanakan secara bersama-sama pembelajaran berdiferensiasi ini.

Dalam melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi, sebelumnya kami melakukan pemetaan kebutuhan berdasarkan minat belajar siswa, pada pembelajaran Tema 8 Daerah Tempat Tinggalku Subtema 2 Keunikan Daerah Tempat tinggalku pelajaran 4 pada kelas 4 B SDN Sendangmulyo 02

PEMETAAN BERDASARKAN MINAT BELAJAR SISWA

Nama Siswa

Minat Siswa

Konten

Proses

Produk

 

Hafidz

Satria

Yua Yudhistira

Nandana Sachio

Aurelly

Adelia

Zafran

Annisa Aulia W

Artureza Zafran

Binar Pradisti

 

Membuat Peta Indonesia

Siswa menyiapkan peralatan untuk membuat Peta Indonesia

Siswa membuat Peta dan mempresentasikan didepan Kelas

Gambar Peta Indonesia

M Irza Ananda

Divano Akmal

Sahrul Gunawan

Rasya

Daffa

Bhrey Nohan

 

Bermain Peran

Anak –anak memilih peran masing-masing seperti dalam cerita rakyat

Anak- bermain peran didean kelas sesuai alur cerita rakyat

Karya Sosiodrama dengan Cerita Rakyat dengan Judul Caadara”

 

Nila

Nafalia

Vania

Salma

Kaysa

Aira shafa

Ana niki

Anita Setia Aprilia

 

Membuat Artikel tentang Keragaman Budaya Kota Semarang

Anak-anak mencari sumber belajar sesuai materi dari buku tematik dan buku pendukung lainnya

Siswa menggali informasi dari sumber belajar tekait materi dan mempresentasikan didepan kelas

Artikel tentang keragaman Budaya Kota Semarang

 

 

H. Dokumentasi Cerita Kegiatan Aksi Nyata 1.2.a.10

1. Melakukan diskusi bersama Pihak Sekolah,Kepala Sekolah dan wakil dan rekan Guru

2. Menyiapkan RPP berdiferensiasi dan persiapan konten diferensisasi, dengan RPP berikut:

https://docs.google.com/document/d/1ZDzM1jv6r2KsOeIhOBhYLbKEoaHZDGg2/edit?usp=sharing&ouid=103273054460597696499&rtpof=true&sd=true

3. Menyiapkan media 

pembelajaran kreatif berbasis teknologi untuk pembelajaran berdifernsiasi yang saat ini pembelajaran secara luring

4. Pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan rancangan pembelajaran Berdifernsiasi

Langkah Deskripsi Kegiatan Pembelajar Diferensiasi

a) Memetakan Siswa

Dilakukan dengan melakukan tes awal Kognitif dan Non Kognitif yang diberikan melalui Gogle Form sebelumnya tes ini sudah diberi penjelasan kepada orang Tua

b) Kuisoner untuk rekan guru /dan walikelas untuk menggali informasi tentangkebutuhan murid untuk memtakan kebutuhan belajar mereka.

c) Kuisioner untuk menggali informasi tentang murid dengan wali murid / orang tua siswa sebagai bentuk dukungan untuk pelaksanaan pembelajaran berpusat pada murid.

 I. PENUTUP

Pembelajaran berdiferensiasi sudah sepatutnya terus kita laksanakan didalam kelas agar murid kita menjadi murid yang tumbuh potensinya sesuai dengan kodrat yang telah Alah berikan. Pembelajaran berdiferensiasi merupakan cerminan pemikiran Ki Hajar Dewantara, dan hal ini tidak akan tercapai tanpa ada kerjasama dari berbagai pihak. Berkolaborasi untuk berpraktik baik dengan semua pihak yang akan akan membuat program pelaksanaan kegiatan pembelajaran berdiferensiasi berjalan dengan baik dan maksimal.



 

Rabu, 09 Februari 2022

EKSPLORASI KONSEP MODUL 2.1 GURU PENGGERAK

 


OLEH

SRI WAHYUNINGSIH

CGP ANGKATAN 4 KOTA SEMARANG

Assalamualaikum Wr Wb

Berikut jawaban pertanyaan eksplorasi konsep modul 2.1 program guru penggerak

1. Informasi atau fakta apa yang disampaikan dalam video tersebut?

Video pertama menayangkan tentang kurikulum berdiferensiasi. Aspek kebutuhan belajar ada 3 terdiri dari kesiapan belajar, minat belajar dan profil belajar.  Sedangkan strategi diferensiasi ada 3 yaitu : diferensiasi konten, diferensiasi proses, dan diferensiasi produk.

2. Gagasan baru apa yang Anda dapatkan dari video yang Anda saksikan tersebut?

Pembelajaran berdiferensiasi, RPP berdiferensiasi, Kurikulum berdiferensiasi, Penerapan pembelajaran berdiferensiasi di kelas dan di sekolah, serta bagaimana lingkungan belajar sangat memengaruhi penerapan pembelajaran berdiferensiasi.

3. Apakah yang menurut Anda akan sulit diimplementasikan? Mengapa?

Aksi nyata dan pengimbasan, karena aksi nyata membutuhkan kolaborasi dengan atasan, rekan sejawat, murid, orang tua murid dan lingkungan sekitar, Kurikulum yang belum sinkron, karena kurikulum yang ada saat ini masih terpaut pada konten belum kompetensi murid, Penilaian/asesmen yang belum bersinergi dengan yang berlaku saat ini, Pemahaman sumber daya manusia yang belum merata, dalam penggunaan IT

4. Pertanyaan apakah yang masih Anda miliki atau klarifikasi apakah yang masih Anda perlukan terkait dengan isi video tersebut?

Guru belum sepenuhnya mengetahui seluruh bakat dan minat murid serta kondisi latar belakang murid

Guru belum sepenuhnya memahami cara mengaplikasikan diferensiasi produk kepada murid

Guru belum memahami bentuk asesmen/penilaian yang dijadikan patokan

Lingkungan belajar, fasilitas, sarana dan prasarana belum memadai

Apakah di Indonesia sudah ada contoh konkret sekolah yang menerapkan kurikulum diferensiasi?

Sekolah di Indonesia belum sepenuhnya menerapkan kurikulum berdiferensiasi

Senin, 07 Februari 2022

MULAI DARI DIRI MODUL 2.1 GURU PENGGERAK


 

1. Ceritakan pengalaman anda yang berkesan pada saat melakukan pembelajaran dikelas !

 

Mulai Tahun 2004 mendapatkan tugas dan amanah untuk mengajar sebagai guru kelas meskipun sebelumnya pada tahun 2002 mengajar sebagai guru mata pelajaran

Pengalaman yang menarik yang saya temukan adalah saya menemukan siswa dengan bakat dan karakter yang berbeda, sehingga memacu saya untuk mengembangkan pembelajaran yang variatif sehingga sesuai bakat dan minat siswa. Mengenalkan pembelajaran yang menarik kepada mereka sehingga menghasilkan pembelajaran yang bermakna. Suatu ketika saya memberikan tugas yang sama dengan model berkelompok, namun hasilnya siswa yang aktif nilaianya tinggi sedangkan yang pasif nilainya kurang bagus, sehingga dari pengalaman tersebut memberikan pelajaran kepada saya bahwa kita harus memberikan tugas yang berbeda untuk masing- masing kelompok

2. apa yang anda ketahui tentang pembelajaran berdiferensiasi?

Setiap peserta didik memiliki bakat dan minat yang berbeda, sehingga kebutuhan juga berbeda-beda. Pembelajaran berdiferensiasi adalah usaha menyesuaikan prosespembelajaran dikelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu. Pembelajaran berdiferensiasi memenuhi kebutuhan siswa sesuai dengan kebutuhannya, karena masing-masing peserta didik memiliki karakteristik yang berbeda-beda, sehingga sudah seharusnya mendapat perlakuan yang berbeda. Dalam pembelajaran berdiferensiasi harus mengambil tindakan yang adil terhadap perbedaan karakter murid

Guru harus dapat menentukan strategi agar pembelajaran dapat bermakna bagi murid dalam kelas yang beragam. Dan juga guru harus memahami bahwa pembelajaran berdiferensiasi tidak hanya dapat memaksimalkan murid, namun juga memberikan kesempatan kepada murid untuk mempelajari berbagai nilai-nilai kehidupan yang penting, mislanya nilai-nilai tentang indahnya perbedaan, menghargai makna baru dari kesuksesan, kekuatan diri, kesempatan setara, kemerdekaan belajar dan berbagai nilai akan berkontribusi terhadap perkembangan diri mereka secara holistik

3. Setelah menyaksikan video diatas, menurut anda bagaimana menurut anda bagaimana pembelajaran dirancang dilaksanakan dan dievaluasi ?

https://youtu.be/M-UJ8aQaDvA 

 Pembelajaran seharusnya dirancang oleh guru adalah Guru harus memahami bakat atau kekuatan dalam diri tiap murid, guru harus melakasanakan pembelajaran sesuai kebutuhan murid, guru tidak boleh membeda-bedakan murid yang satu dengan yang lain. 

Pembelajaran dilaksanakan saat  pembelajaran, guru mengarahkan murid untuk berkelompok dan tiap murid yang memiliki kemampuan, suku, agama, sifat yang sama harus disebar pada tiap kelompok agar tiap murid belajar untuk menerima tiap perbedaan dan saling menghormati, guru harus membuat strategi pembelajaran kepada murid yang beragam.

Dalam melakukan evaluasi guru melakukan refleksi setiap melakukan pembelajaran untuk memperbaiki tiap strategi, media, dan komunikasi saat melakukan pembelajaran kepada murid yang beragam pada tiap kelas.

4. Yang ingin saya ketahui lebih lanjut tentang pembelajaran berdiferensiasi adalah sebagai berikut :

1. Langkah-langkah melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi

2. Contoh nyata penerapan  pembelajaran berdiferensiasi

3. Upaya mengatasi permasalahan yang dihadapi saat penerapan pembelajaran berdiferensiasi di sekolah;

4. Strategi menentukan proses pembelajaran berdiferensiasi;

5. Upaya mengetahui apakah pembelajaran yang telah dilakukan merupakan pembelajaran berdiferensiasi atau belum

 

 

 


 

  Pembelajaran Berdiferensiasi Produk Pada Mapel Seni Rupa Kelas 4 B SDN Sendangmulyo 02 Korsatpen Tembalang Kota Semarang   A.     PENG...