VISI GURU PENGGERAK
Oleh : Sri Wahyuningsih
CGP Angkatann 4 Kota Semarang
Sejak kecil kita sering ditanya, apa
cita-citamu? Ada yang menjawab, mau jadi tentara,
polisi,dokter,perawat,guru,pilot dan lain sebagainya. Seiring berjalannya
waktu,kadang cita-cita seseorang itu berubah, sesuai dengan motivasinya.
Berbicara tentang cita-cita sama halnya berbicara tentang impian atau harapan.
Harapan dan cita-cita atau impian kadang terwujud atau tidak. Harapan, cita-cita
atau impian disebut dengan visi. Visi merupakan awal dari usaha menggapai
sesuatu yang kita impikan. Visi memberikan arah dan motivasi untuk meraih
perubahan yang diimpikan atau dicita-citakan. Sebagai seorang guru, terlebih
guru penggerak
Visi dari guru penggerak adalah
mewujudkan anak-anak Indonesia yang memiliki profil pelajar pancasila,yaitu
pelajar yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME,
mandiri,inovatif,berkebhinekaan global,mampu hidup gotong royong serta mampu
bernalar kritis. Untuk mencapai visi tersebut, tentunya guru harus memiliki nilai
yang melekat dalam dirinya. Nilai-nilai tersebut adalah
mandiri,reflektif,kolaboratif,inovatif dan berpihak pada murid. Disamping
nilai-nilai tersebut, seorang guru penggerak juga harus memainkan perannya
dalam dunia pendidikan yaitu menjadi pemimpin pembelajaran,mampu menggerakkan
kelompok-kelompok praktisi,mampu menjadi coach atau pelatih bagi guru
lain,mampu mendorong kerjasama antar guru,dan mendorong kepemimpinan yang
berorientasi pada murid.
Visi Guru Penggerak dengan menerapkan paradigm Inkuiri Apresiatif dengan tahapan BAGJA ( Buat Pertanyaan, Ambil Pelajaran,Gali potensi, Jabarkan rencana, Atur Eksekusi) diharapkan dapat mewujudkan merdeka belajar bagi murid, sedangkan guru sebagai “Fasilitatornya”. Visi Guru Penggerak yang kami usung adalah Guru MIKIR( Mandiri, Inovatif, Kreatif dan Reflektif). Guru yang MIKIR diharapkan dapat mencetak murid yang MANIS ( Mandiri dan Eksis). Dengan guru MIKIR diharapkan dapat mewujudkan murid MANIS berdasarkan paradigm IA ( Inkuiri Apresiatif) dengan tahapan BAGJA, maka iklim belajar yang positif akan dapat dimunculkan. Iklim belajar positif dapat dimulai berpikir yang positif dari hal yang paling kecil dan mulai dari diri sendiri, maka akan muncul ungakapan –ungkapan positif sehingga bias mewujudkan rasa yang positif bagi diri sendiri dan Lingkungan sekitar.
Pada
refleksi modul 1.3 kali ini, saya menerapkan model refleksi 4F yaitu facts
(peristiwa), feelings (perasaan), findings (pembelajaran) dan future
(penerapan).
1. Facts
Minggu
ini merupakan minggu ke-16 saya
mengikuti program guru penggerak. Awal motivasi saya ikut ingin menambah ilmu,
mengembangkan diri. Saya mengembangkan berbagai bimtek baik di SIM PKB maupun
diluar SIM PKB Alhamdulillah dengan ikut progrm CGP banyak sekali ilmu yang
dapat diterapkan disekolah, belum lagi dapat ilmu dari Modul, sesama CGP,
Pendamping,Fasilitator,dan Instruktur
sekolah
tersebut. Kekuatan-kekuatan tersebut bisa diperoleh dari unsur intern dan
ekstern. Unsur intern misalnya dari guru dan karyawan, sarpras sekolah, murid,
budaya positif yang ada, dan sebagainya. Sementara unsur ekstrinsik bisa berupa
lingkungan sekitar sekolah, kerjasama dengan pihak lain dan sebagainya.
Kekuatan-kekuatan positif itulan yang harus digali dan dikembangkan.
Berdasarkan
hal tersebut, Aksi nyata yang saya lakukan pada modul1.3 yaitu :
· Mengkomunikasikan hasil rancangan
visi misi yang telah dibuat pada saat Lokakarya 3 pada Kepala Sekolah, Waka
kurikulum, dan rekan Sejawat.
· Dengan ijin Kepala Sekolah membentuk
Tim pengembangan visi misi sekolah oleh tim kurikulum
· Memetakan kekuatan yang ada pada
diri sendiri, pada sekolah, siswa, rekan sejawat dan lingkungan sekolah,
orangtua atau komite.
· Menyusun rancangan visi misi bersama
dengan Tim Pengembang kurikulum
2. Feelings
Saat
ini saya masuk dalam modul 1.4 dan saat membuka modul saya tertarik dengan
dengan materi madul yang berjudul " Budaya Positif" . Namun dengan
berjalannya waktu ketika membuka alur M dari tahapan "Merdeka "
kemudian melangkah kealur E atau "Eksplorasi" konsep pada modul 1.4
sungguh sangat luar biasa materinya. Bagaimana kita seorang pendidik memahami
betul tentang disiplin positif yang menjadi sebuah budaya , mulai dari materi
perubahan paradigma, konsep disipin positif dan motivasi, keyakinan
kelas,pemenuhan kebutuhan dasar, Lima posisi kontrol, dan segitiga restitusi.
Materi sangat detail disertai contoh dan kasusnya
3. Findings
Terdapat
teori ilusi kontrol dan stimulus respon yang menarik bagi saya dimana harus
mempertahankan yang berharga pada diri saya, ternyata baru sadar bahwa selama
ini kita terjadi kesalahan dalam dalam membimbing anak-anak Pada minggu ini
saya membuat keyakinan bersama murid dari kesepakatan kelas yang telah kita
buat bersama dan telah menyadarkan saya bahwa anak tidak terlepas dengan
bermain, sehingga mereka mengharapkan pembelajaran yang menyenangkan dan
bermakna
Pembelajaran
yang didapat dari pelaksanaan Aksi Nyata ini yaitu dengan mengetahui kekuatan
dan aspek positif yang dimiliki, maka dapat dikembangkan budaya positif dalam
penyusunan visi. Visi misi yang dilaksanakan dapat menjadi acuan pada
penyusunan program sekolah yang berpihak pada murid, misalnya : penerapan
pembelajaran diferensiasi dan KSE, kegiatan literasi, pesantren, dsb. Akan
tetapi karena kondisi yang masih dalam masa pandemi, maka belum dapat maksimal
melakukan sosialisasi visi misi baru secara keseluruhan khususnya pada siswa, wali
murid
4. Future
Program
guru penggerak ini sangat luar biasa , telah mengajarkan kepada kita bagaimana
memanusiakan manusia . Mengajak dan melatih diri dan siswa untuk melakukan
tindakan yang termotivasi dari diri bukan dari hukuman, paksaan, mengharapkan
imbalan atau hadiah. Kita diajarkan bagaimana menghadapi kasus disekolah,
apakah kita dalam menyelesaikan kasus dari sisi penghukum, pembuat orang
bersalah, teman, pemantau atau manager. Semua terperinci dalam modul 1.4 ini
Merdeka belajar, Pembelajaran yang berpihak pada murid memang benar. Dalam hal
ini bukan saja tugas seorang diri namun orang tua juga memiliki tugas yang
sama. Alhamdulillah puji syukur atas terselenggaranya program ini, saya secara
pribadi tidak mengharapkan imbalan namun yang kami pikirkan bagaimana ilmu yang
kami peroleh dapat diterapkan disekolah dengan baik
Yang
bisa saya lakukan agar lebih baik dalam kegiatan ini diantaranya bersama-sama
dengan Tim Pengembang kurikulum dalam mengembangkan Visi Misi menyusun progam
sekolah yang berpihak pad murid dan mengembangkan budaya positif. Selain itu,
bersama dengan Tim saya juga bisa melaksanakan sosialisasi visi misi pada siswa
dan rekan sejawat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar