Jumat, 08 April 2022

JURNAL REFLEKSI MODUL 1.3 TENTANG VISI GURU PENGGERAK

                                                                 

VISI GURU PENGGERAK

Oleh : Sri Wahyuningsih

CGP Angkatann 4 Kota Semarang

Sejak kecil kita sering ditanya, apa cita-citamu? Ada yang menjawab, mau jadi tentara, polisi,dokter,perawat,guru,pilot dan lain sebagainya. Seiring berjalannya waktu,kadang cita-cita seseorang itu berubah, sesuai dengan motivasinya. Berbicara tentang cita-cita sama halnya berbicara tentang impian atau harapan. Harapan dan cita-cita atau impian kadang terwujud atau tidak. Harapan, cita-cita atau impian disebut dengan visi. Visi merupakan awal dari usaha menggapai sesuatu yang kita impikan. Visi memberikan arah dan motivasi untuk meraih perubahan yang diimpikan atau dicita-citakan. Sebagai seorang guru, terlebih guru penggerak

Visi dari guru penggerak adalah mewujudkan anak-anak Indonesia yang memiliki profil pelajar pancasila,yaitu pelajar yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, mandiri,inovatif,berkebhinekaan global,mampu hidup gotong royong serta mampu bernalar kritis. Untuk mencapai visi tersebut, tentunya guru harus memiliki nilai yang melekat dalam dirinya. Nilai-nilai tersebut adalah mandiri,reflektif,kolaboratif,inovatif dan berpihak pada murid. Disamping nilai-nilai tersebut, seorang guru penggerak juga harus memainkan perannya dalam dunia pendidikan yaitu menjadi pemimpin pembelajaran,mampu menggerakkan kelompok-kelompok praktisi,mampu menjadi coach atau pelatih bagi guru lain,mampu mendorong kerjasama antar guru,dan mendorong kepemimpinan yang berorientasi pada murid.

Visi Guru Penggerak dengan menerapkan paradigm Inkuiri Apresiatif dengan tahapan BAGJA ( Buat Pertanyaan, Ambil Pelajaran,Gali potensi, Jabarkan rencana, Atur Eksekusi) diharapkan dapat mewujudkan  merdeka belajar bagi murid, sedangkan guru sebagai “Fasilitatornya”. Visi Guru Penggerak yang kami usung adalah Guru MIKIR( Mandiri, Inovatif, Kreatif dan Reflektif). Guru yang MIKIR diharapkan dapat mencetak murid yang MANIS ( Mandiri dan Eksis). Dengan guru MIKIR diharapkan dapat mewujudkan murid MANIS berdasarkan paradigm IA ( Inkuiri Apresiatif) dengan tahapan BAGJA, maka iklim belajar yang positif akan dapat dimunculkan. Iklim belajar positif dapat dimulai berpikir yang positif dari hal yang paling kecil dan mulai dari diri sendiri, maka akan muncul ungakapan –ungkapan positif sehingga bias mewujudkan rasa yang positif bagi diri sendiri dan Lingkungan sekitar.

Pada refleksi modul 1.3 kali ini, saya menerapkan model refleksi 4F yaitu facts (peristiwa), feelings (perasaan), findings (pembelajaran) dan future (penerapan).

1. Facts

Minggu ini merupakan minggu ke-16  saya mengikuti program guru penggerak. Awal motivasi saya ikut ingin menambah ilmu, mengembangkan diri. Saya mengembangkan berbagai bimtek baik di SIM PKB maupun diluar SIM PKB Alhamdulillah dengan ikut progrm CGP banyak sekali ilmu yang dapat diterapkan disekolah, belum lagi dapat ilmu dari Modul, sesama CGP, Pendamping,Fasilitator,dan Instruktur

sekolah tersebut. Kekuatan-kekuatan tersebut bisa diperoleh dari unsur intern dan ekstern. Unsur intern misalnya dari guru dan karyawan, sarpras sekolah, murid, budaya positif yang ada, dan sebagainya. Sementara unsur ekstrinsik bisa berupa lingkungan sekitar sekolah, kerjasama dengan pihak lain dan sebagainya. Kekuatan-kekuatan positif itulan yang harus digali dan dikembangkan.

Berdasarkan hal tersebut, Aksi nyata yang saya lakukan pada modul1.3 yaitu :

·     Mengkomunikasikan hasil rancangan visi misi yang telah dibuat pada saat Lokakarya 3 pada Kepala Sekolah, Waka kurikulum, dan rekan Sejawat.

·      Dengan ijin Kepala Sekolah membentuk Tim pengembangan visi misi sekolah oleh tim kurikulum

·      Memetakan kekuatan yang ada pada diri sendiri, pada sekolah, siswa, rekan sejawat dan lingkungan sekolah, orangtua atau komite.

·       Menyusun rancangan visi misi bersama dengan Tim Pengembang kurikulum

2. Feelings

Saat ini saya masuk dalam modul 1.4 dan saat membuka modul saya tertarik dengan dengan materi madul yang berjudul " Budaya Positif" . Namun dengan berjalannya waktu ketika membuka alur M dari tahapan "Merdeka " kemudian melangkah kealur E atau "Eksplorasi" konsep pada modul 1.4 sungguh sangat luar biasa materinya. Bagaimana kita seorang pendidik memahami betul tentang disiplin positif yang menjadi sebuah budaya , mulai dari materi perubahan paradigma, konsep disipin positif dan motivasi, keyakinan kelas,pemenuhan kebutuhan dasar, Lima posisi kontrol, dan segitiga restitusi. Materi sangat detail disertai contoh dan kasusnya

3. Findings

Terdapat teori ilusi kontrol dan stimulus respon yang menarik bagi saya dimana harus mempertahankan yang berharga pada diri saya, ternyata baru sadar bahwa selama ini kita terjadi kesalahan dalam dalam membimbing anak-anak Pada minggu ini saya membuat keyakinan bersama murid dari kesepakatan kelas yang telah kita buat bersama dan telah menyadarkan saya bahwa anak tidak terlepas dengan bermain, sehingga mereka mengharapkan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna

Pembelajaran yang didapat dari pelaksanaan Aksi Nyata ini yaitu dengan mengetahui kekuatan dan aspek positif yang dimiliki, maka dapat dikembangkan budaya positif dalam penyusunan visi. Visi misi yang dilaksanakan dapat menjadi acuan pada penyusunan program sekolah yang berpihak pada murid, misalnya : penerapan pembelajaran diferensiasi dan KSE, kegiatan literasi, pesantren, dsb. Akan tetapi karena kondisi yang masih dalam masa pandemi, maka belum dapat maksimal melakukan sosialisasi visi misi baru secara keseluruhan khususnya pada siswa, wali murid

4. Future

Program guru penggerak ini sangat luar biasa , telah mengajarkan kepada kita bagaimana memanusiakan manusia . Mengajak dan melatih diri dan siswa untuk melakukan tindakan yang termotivasi dari diri bukan dari hukuman, paksaan, mengharapkan imbalan atau hadiah. Kita diajarkan bagaimana menghadapi kasus disekolah, apakah kita dalam menyelesaikan kasus dari sisi penghukum, pembuat orang bersalah, teman, pemantau atau manager. Semua terperinci dalam modul 1.4 ini Merdeka belajar, Pembelajaran yang berpihak pada murid memang benar. Dalam hal ini bukan saja tugas seorang diri namun orang tua juga memiliki tugas yang sama. Alhamdulillah puji syukur atas terselenggaranya program ini, saya secara pribadi tidak mengharapkan imbalan namun yang kami pikirkan bagaimana ilmu yang kami peroleh dapat diterapkan disekolah dengan baik

Yang bisa saya lakukan agar lebih baik dalam kegiatan ini diantaranya bersama-sama dengan Tim Pengembang kurikulum dalam mengembangkan Visi Misi menyusun progam sekolah yang berpihak pad murid dan mengembangkan budaya positif. Selain itu, bersama dengan Tim saya juga bisa melaksanakan sosialisasi visi misi pada siswa dan rekan sejawat.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  Pembelajaran Berdiferensiasi Produk Pada Mapel Seni Rupa Kelas 4 B SDN Sendangmulyo 02 Korsatpen Tembalang Kota Semarang   A.     PENG...